Friday, September 9, 2022

Mengapa Arkeolog Cina Sembunyikan Kabar Penemuan Kerangka Perempuan Tanpa Kepala Masa Prasejarah dari Media Asing?

Dunia arkeologi Cina telah menuai prestasi. Sebab, para peneliti arkeologi Cina telah membuat kabar yang mengejutkan. Mereka berhasil menemukan kerangka manusia yang berusia lebih dari 13.000 tahun. 

Seperti diwartakan oleh Kantor Berita Negara Cina, arkeolog meneliti kisah lalu di sebuah gua. Dalam sebuah penggalian, mereka menemukan kerangka perempuan muda tanpa kepala yang terkubur dalam posisi jongkok.

Area Pemakaman Jongkok

Penggalian itu dilakukan di sebuah gua di reruntuhan Qingtang, Yingde, Provinsi Guangdong, China.

Selama dua tahun (2016-2018) para arkeolog dan peneliti lain dari Institut Relik dan Arkeologi Budaya Guangdong dan Sekolah Tinggi Arkeologi dan Museologi di Universitas Peking telah bekerja di lokasi itu.

Mereka telah meneliti situs dengan panjang 54 meter di dalam gua.

Dari kawasan ini, para arkeolog telah menemukan berbagai artefak termasuk alat-alat batu, pecahan tembikar, kerang, tulang binatang, gading, dan beberapa bukti perapian api.

Para peneliti telah menemukan ribuan artefak.

Gua-gua itu tampaknya telah dihuni oleh manusia secara tidak teratur dari 25.000 hingga 10.000 tahun yang lalu.

Penemuan Pemakaman Jongkok dari Kerangka Tanpa Kepala

Para arkeolog menemukan kerangka parsial manusia, yang hampir lengkap, tetapi tanpa kepala.

Temuan luar biasa ini terjadi pada 2018, tetapi media Barat baru diberi tahu pada April 2019.

Kerangka itu berjongkok dengan lutut ditarik dekat ke tubuhnya.

Salah satu tim, yang membuat penemuan itu, Liu Suoqiang, mengatakan:

"Perempuan itu sengaja diletakkan dalam posisi jongkok."

Menurut penanggalan karbon, kerangka tersebut telah berusia kira-kira 13.500 tahun.

Pemakaman jongkok adalah yang umum di Asia Tenggara pada akhir zaman Pleistosen dan Holosen.

Tetapi ini adalah pemakaman pertama dari jenis ini yang ditemukan di Cina selatan.

Terlepas dari prevalensi praktik penguburan ini, tidak ada yang yakin mengapa almarhum ditempatkan dalam posisi berjongkok.

Menurut Newsweek, beberapa arkeolog percaya bahwa posisi ini melambangkan kehamilan.

Mengapa Kerangka Jongkok Tanpa Kepala?


Apakah perempuan muda itu dipenggal saat masih hidup, atau apakah kepalanya dipindahkan setelah kematian sebelum penguburan?

Mungkin saja ia dipenggal sebagai bagian dari ritual penguburan.

Atau jika dia menemui akhir hidup yang kejam, mungkin dia dipenggal selama konflik antara dua kelompok.

Penemuan perempuan muda tanpa kepala dalam posisi jongkok adalah salah satu yang bisa mengubah pemahaman kita tentang prasejarah Asia Timur dan Tenggara.

Ini memberikan bukti pertukaran budaya antara Cina dan Asia Tenggara sekitar 13.500 tahun yang lalu.

Penemuan ini juga dapat menawarkan petunjuk baru tentang masyarakat di wilayah itu.

Bentuk penguburan wanita muda tanpa kepala juga memberikan beberapa bukti seputar keyakinan agama dan upacara penguburan yang rumit di zaman pleistosen awal di Cina selatan.